Selasa, 21 Oktober 2008

Jadilah Yang Terbaik

 1. Agama Islam adalah agama yang paling sempurna
Allah SWT berfirman : “…pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Kucukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu Jadi agama bagimu. Maka barangsiapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang…”(Q.S. Al-Maidah : 3)

2. Hukum Islam adalah hukum yang paling baik
Allah SWT berfirman : “Apakah hukum Jahilliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?” (Q.S. Al-Maidah : 50)

3.Petunjuk Nabi SAW adalah petunjuk yang paling baik
Nabi SAW bersabda : “Sesungguhnya sebaik-baik perkataan ialah Kitab Allah, dan sebaik-baiknya petunjuk ialah petunjuk Muhammad, sejelek-jelek urusan adalah perbuatan bid’ah, dan setiap bid’ah adalah sesat.” (H.R. Muslim)

4. Manusia diciptakan dalam bentuk yang paling sempurna
Allah SWT berfirman : “Sesungguhnya Kmai telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya” (Q.S. At-Tin : 4)

5. Ummat Islam adalah ummat yang terbaik
Allah SWT berfirman : “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya ahli kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, diantara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.” (Q.S. Ali-Imran : 110)

KRITERIA ORANG TERBAIK
1. Memahami agama
Nabi SAW bersabda : “Barangsiapa yang Allah kehendaki seseorang untuk menjadi orang baik, Allah pasti memberi dia paham dalam agama.” (H.R. Bukhari)

2. Belajar dan mengajarkan Al-Qur’an
Nabi SAW bersabda : “Sebaik-baik orang diantaramu ialah orang yang belajar al-Qur’an dan mengajarkannya kembali kepada orang lain.” (H.R> Bukhari)

3. Orang yang paling taqwa

Dari Abu Hurairah r.a, Rasullullah ditanya : “Siapakah orang yang paling mulia?” Nabi Menjawab : “Yang palin mulia diantara mereka.” (H.R. Bukhari Muslim)

Allah SWT berfirman :”…sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu…” (Q.S. Al-Hujurat : 13)

4. Memiliki hati yang bersih
Dari Abdullah bin Amr bin ASh, ia berkata, Rasulullah ditanya : “Siapakah orang yang paling baik?” Nabi menjawab : “Orang yang paling baik ialah otang yang memiliki hati yang bersih, lisan yang jujur.” Nabi ditanya : “Apa itu hati yang bersih?” Nabi menjawab : “ialah yang taqwa, yang bersih, yang tiada dosa, tiada durhaka, dan tidak hasud (iri hati) terhadap yang lain.” (H.R. Ibnu Majah)

5. Memiliki akhlaq baik
Dari Abu Hurairah r.a, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda : “Orang mu’min yang paling sempurna imannya ialah mereka yang baik akhlaqnya.” (H.R. Abu Dawud)

Mujianto

Kamis, 25 September 2008

Ketika Ramadhan Berlalu

Hampir genap sebulan Ramadhan menghampiri kita. Umat Islam menyambut dengan suka cita. Banyak yang memperbaiki penampilan menjadi lebih sopan. Pergaulan juga dibatasi dengan dalih sedang berpuasa dan menahan nafsu. Banyak yang memperbanyak amal ibadahnya. Memperbanyak sholat berjama’ah, tilawah kalau bisa khatam qur’an sekali atau bahkan dua kali, sedekah dan zakat tak lupa dikeluarkan, tiap hari sholat tarawih di masjid, memperbanyak amalan sunnah dan sholat malam. Mereka berlomba-lomba untuk memperbanyak amal ibadah dan memperbaiki diri karena Ramadhan adalah bulan penuh berkah dan rahmat.
Dan ketika Ramadhan berlalu, apa yang terjadi? Banyak dari kita yang kembali pada kebiasaan masing-masing. Penampilan buka-bukaan, pergaulan tidak ada batasnya. Amal ibadah pun berkurang kadarnya. Pergi ke masjid kalau tidak malas, tilawah cukup satu lembar sehari, sedekah dan zakat pun dikeluarkan kalau tidak lupa, amalan sunnah dan sholat malam pun mulai ditinggalkan. Lantas apa gunanya memperbanyak amal ibadah di bulan Ramadhan jika di bulan selain Ramadhan kita menyepelekan amal ibadah kita? Apakah kita memperbanyak amal ibadah hanya karena Allah melipatgandakan pahala di bulan Ramadhan, lantas kita bisa bermalas-malasan di bulan yang lain karena Allah tidak melipatgandakan pahala di luar bulan Ramadhan. Pada hakekatnya, tanpa pemahaman tuntunan syariat puasa, hakikat puasa dan nilai-nilai puasa, puasa yang dijalani tidak akan memberi pengaruh yang positif yaitu berupa peningkatan taqwa dan hanya menjadi rutinitas belaka yang tidak ada manfaatnya, sehingga kita hanya menjadi orang-orang yang merugi. Seperti hadist Rasulullah, “Berapa banyak orang yang berpuasa, hanya mendapatkan lapar dan dahaga saja.” (HR. Nasa’i dan Ibnu Majah)
Seseorang yang dianggap sukses adalah yang bisa membawa semangat ruhiyah Ramadhan pada sebelas bulan yang lain, yaitu yang bisa melaksanakan konsistensi beramal saleh dan menjaga pengendalian diri. Jadi tidak hanya di bulan Ramadhan saja. Maka ketika Ramadhan berlalu, kita bisa mempertahankan kualitas amal ibadah dan pengendalian diri kita di luar bulan Ramadhan seperti kita laksanakan di bulan Ramadhan. Bahkan kita harus selalu memperbaiki diri tidak hanya di bulan Ramadhan saja, baik itu menyangkut penampilan, pergaulan maupun amal ibadah kita. Mengenai siapa-siapa yang sukses di bulan Ramadhan hanya Allah yang mengetahui tingkatan taqwa seseorang. Kita hanya berusaha untuk meningkatkan ketaqwaan kita tidak hanya di bulan Ramadhan namun juga di sebelas bulan yang lain. “Dan Dia lebih mengetahui (tentang keadaan)mu ketika Dia menjadikan kamu dari tanah dan ketika kamu masih janin dalam perut ibumu; maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertaqwa.” (QS An Najm : 32)
Pada akhirnya, tulisan diatas adalah muhasabah untuk diri saya sendiri. Semoga saya bisa mempertahankan semangat ruhiyah Ramadhan di luar bulan Ramadhan sehingga saya bisa selalu memperbaiki diri. Semoga Allah memberi kesempatan kepada kita untuk bertemu dengan bulan Ramadhan yang akan datang. Amien.
Ramadhan berlalu, dan umat Islam akan menyambut datangnya hari yang fitri. Tak lupa saya mengucapkan Taqabbalallahu minna wa minkum, Shiyamana wa shiyamakum, Kullu ‘amin wa antum bi khoir (Semoga Allah menerima amal kami dan amal anda, puasa kami dan puasa anda, semoga kita semua senantiasa dalam kebaikan), amien. SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1428 H, MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN ATAS SEGALA SALAH DAN KHILAF 
Mujianto