Selasa, 20 Januari 2009

Kerjasama Memuluskan Penghancuran Palestina

Israel dan AS makin memperlihatkan konsprasinya untuk menghancurkan Palestina. Alih-alih menyerukan gencatan senjata, AS dan Israel secara sepihak menandatangani kesepakatan untuk menghentikan penyelundupan senjata ke Gaza yang dituduhkan Israel.Penandantanganan itu dilakukan oleh Menlu Israel Tzipi Livni dan Menlu AS Condoleezza Rice di sebuah acara yang terkesan tergesa-gesa di Washington, pada hari Sabtu atau hari Jumat waktu AS.
Rice mengatakan, kesepakatan itu memuat sejumlah langkah yang akan dilakukan AS dan Israel untuk mencegah masuknya senjata dan bahan-bahan peledak ke Jalur Gaza. Pada kesempatan itu, Rice kembali memberikan dukungan buta pada Israel dengan menyalahkan tembakan-tembakan roket yang dilakukan pejuang Palestina dari Jalur Gaza sebagai pemicu perang Israel ke Gaza.
AS dan Israel mengatakan, kesepakatan itu dilakukan untuk memastikan bahwa Gaza tidak akan pernah lagi dijadikan tempat untuk peluncuran roket-roket ke wilayah Israel dan kedua sekutu itu mengklaim kesepakatan tersebut akan persyaratan penting dari gencatan senjata Hamas-Israel yang sekarang sedang dimediasi Mesir.
Menlu Israel mengatakan, kesepakatan ini nantinya akan melibatkan NATO dan negara-negara Timur Tengah sebagai upaya untuk menghentikan penyelundupan senjata ke wilayah Gaza. Pada kesempatan itu, Livni menuding Iran sebagai pemasok utama senjata ke Gaza dan menyatakan bahwa NATO dan negara-negara kawasan akan melakukan langkah efektif untuk menghentikannya.
AS dan Israel tidak mau menjelaskan secara detil apa isi kesepakatan kedua negara penjajah itu. Mereka buru-buru menandatangani kesepakatan, bersamaan dengan pertemuan negara-negara Arab di Doha dimana dalam pertemuan Doha, wakil Hamas Khalid Misyaal menegaskan tidak akan menerima kesepakatan gencatan senjata jika tidak ada jaminan Israel akan menarik secara penuh pasukannya dari Gaza.
Apa yang dilakukan AS dan Israel makin menunjukkan kolaborasi kedua sekutu itu dalam agresi brutal Israel ke Jalur Gaza untuk memberangus kekuatan-kekuatan di Palestina yang menentang kepentingan AS dan Israel. AS juga makin menunjukkan sikap munafiknya dan AS cuma basa basi menyerukan perdamaian antara Palestina dan Israel.
Di sisi lain, Israel sudah menunjukkan ketidakmampuannya membungkam Hamas selain membunuh warga sipil tak berdosa dalam agresinya ke Jalur Gaza dan Israel lagi-lagi mencari perlindungan dari AS. Sebuah fakta yang begitu kasat mata bahwa kekuatan Zionis Israel dan AS adalah kekuatan yang membahayakan perdamaian dunia.

Senin, 29 Desember 2008

GAZA MEMBARA UMAT ISLAM MENDERITA

gaza membara umat islam menderita
Hari ini Israel menyerang Gaza, yang didiami 1,5 juta muslim dan sampai saat telah membunuh lebih dari 320 warga dan ribuan lainnya terluka.

Rasulullah saw menyatakan>“Perumpamaan orang-orang beriman dalam kecintaan, kasih-sayang dan ikatan emosional ibarat satu tubuh. Jika salah satu anggotanya sakit, mengakibatkan seluruh anggota tidak dapat istirahat dan sakit panas.” [HR. Bukhari]

Tubuh kaum mukmin kembali menderita, tidak bisa tidur dan demam ketika Israel melakukan aksi terornya terhadap muslim Palestina.
Gaza diserang hampir tiap hari selama bertahun-tahun. Namun, tidak puas hanya dengan membunuh muslim saja, Israel juga memblokade Gaza dan melarang pemasokan makanan, air, kesehatan dan bahan bakar untuk kebutuhan penduduk sehari-hari.Hidup untuk warga muslim sungguh sengsara bahkan banyak keluarga yang terpaksa harus makan rumput!Hidup untuk warga muslim sungguh sengsara bahkan banyak keluarga yang terpaksa harus makan rumput! Salah satu keluarga tersebut adalah Jindiya Abu Amra dan anak perempuannya yang berumur 12 tahun, dimana mereka mengais rumput untuk tetap bertahan hidup. “Kami makan sekali sehari yaitu dengan khobbeizeh,” kata Abu Amra sambil menunjukkan dedaunan dari semacam tanaman yang tumbuh liar di sepanjang jalan-jalan di Gaza. “Tiap hari saya bangun dan mulai mencari kayu dan plastik sebagai bahan bakar dan saya juga mengemis. Kalau tidak mendapat apa-apa, kami makan rumput ini.”

Israel adalah musuh umat Islam yang nyata. Kejahatannya terhadap warga muslim Palestina sudah jelas. Serangan terakhir ini sebenarnya tidak mengejutkan. Tapi yang lebih buruk dari itu adalah pengkhianatan para penguasa muslim seperti Hosni Mubarak dari Mesir dan perannya dalam membantu dan mendukung blokade Israel terhadap Gaza dan pendudukan Palestina.Tzipi Livni yang menjabat Menlu Israel sudah terang-terangan mengatakan bahwa Israel telah mempersiapkan serangan terhadap Gaza. Minggu lalu, ia menyuruh perwakilan Israel di luar negeri untuk melobi anggota Dewan Keamanan PBB dan negara-negara Eropa untuk mendukung aksi serangan terhadap Gaza.

israel adalah musuh umat islam yang nyata
Kamis minggu ini adalah suatu tradisi di mana sebelum serangan besar terhadap muslim dimulai, Livni pergi menemui Mubarak di Mesir untuk tetap diam, menutup mata, dan tidak ikut campur dalam serangan Israel. Inilah bukti dukungan Mesir terhadap rencana Livni.
Editor utama harian Al-Quds Al-Arabi hari ini mengkritik habis Menlu Mesir Ahmed Aboul Gheit, yang tidak sedikitpun berani menyatakan sikap keberatan terhadap rencana Menlu Israel Tzipi Livni dalam mengancam Hamas, dalam kunjungannya ke ibukota Mesir minggu lalu.


Wahai Kaum Muslim!
Lihatlah betapa murahnya harga darah kita. Bukankah Rasulullah saaw pernah berkata:
Darah umat Muslim lebih berharga dibanding Ka’bah dan sekitarnya.”
Namun hari ini darah umat kembali tumpah membasahi jalanan Palestina, Iraq dan Afghanistan tanpa satupun yang bergerak untuk membalasnya. Karena begitu murahnya di Iraq, Amerika pun secara ringan mengakui untuk berhenti menghitung korban yang tewas!
 
Wahai Kaum Muslim!
Kami tahu darah kalian mendidih dan menderita sekali lagi. Inilah saatnya untuk mengarahkan daya dan kekuatan untuk bekerja mengganti penguasa boneka dan menunjuk satu pemimpin, yaitu Khalifah untuk menggantikan mereka. Khalifah adalah pemimpin, dimana ia adalah pelayan kalian dan bekerja untuk kepentingan kalian saja. akankah kita tega melihat penderitaan mereka darah mereka lebih berharga di banding ka'bah dan sekitarnyaIa akan hapus tapal batas- tapal batas yang mengkotak-kotak tanah muslim dan menyatukannya dalam satu negara besar, negara Khilafah. Hanya dengan itu, blokade laut terhadap Gaza bisa dihentikan, uang sadaqah disalurkan, dan penduduk Gaza laki-laki, perempuan dan anak-anak bisa terlindungi dari kebiadaban Israel.

Rasulullah bersabda,
“Sesungguhnya Imam adalah perisai, dengan perisai itu Umat berperang dan melindungi dirinya.” [HR. Muslim]
Di bawah pimpinan Khalifah, imam yang menyatukan umat Muslim dunia, pasukan Islam disatukan untuk menghentikan kekejaman Israel dan membebaskan setiap jengkal tanah Palestina termasuk Gaza dengan Jihad, seperti yang dilakukan sebelumnya oleh Khalifah Nur-ad-deen dan panglimanya Salahudin Ayyubi semasa Perang Salib dulu.


Mesir saat itu berada dibawah kekuasaan Fatimid yang memisahkan diri dari kekuasaan Khilafah Abbasid. Perpecahan ini menyebabkan masuknya pasukan Salibi dari Eropa ke wilayah muslim hingga berhasil menduduki Al Quds dan Al Shaam (Palestina, Lebanon, Jordan, Syria, dan sebagian Iraq). Akhirnya Panglima Salahudin Ayyubi berhasil menundukkan Fatimid di Mesir, mengembalikan kesatuan Khilafah, dan kembali menyatukan pasukan Islam sekali lagi sebelum memusatkan satu kekuatan militer dalam membebaskan Al Shaam dan Al Quds dari pendudukan dan pengaruh pasukan Salib.

لبَّيْكَ اللَّهُمَّ وَمَلايِينٌ تَنْتَظِرُ تَلْبِيَةَ النِّداءِ وَلَمْ يَمْنَعْها مِنَ التَّلْبِيَةِ الْمالُ وَالْوَلَدُ بَلْ مَنَعَهُمْ حُدُودٌ وَحَواجِزٌ وَصَدُّ طُغاةٍ جَبابِرَةٍ تَحَكَّمُواْ بِالرِّقابِ وَالْعِبادِ .

Ya Allah! Kami siap mengabdi untuk-Mu, dan jutaan telah siap memenuhi panggilan jihad di jalanMu. Bukan dana maupun pemuda yang menjadi penghalang kami, namun perbatasan dan rintangan penguasa Taghut yang memasung kami. (Abdul Kareem, Khilafah.Com)
ya Allah Kami siap mengabdi untuk-Mu